Salah Satu Sebab Gugurnya Bisnis Ritel Offline

Di medio 90-an sampai diawal 2000an, gerai ritel telah mencicipi masa-masa kejayaannya. Dimana berbagai bisnis ritel bisa menikmati margin sampai dengan 40%, bahkan sekarang.

Masa-masa tersebut kini telah menuju senja.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan pergeseran kebiasaan masyarakat dengan hadirnya disruptive technology.

Bagi yang bisa beradaptasi mungkin bisa survive. Yang biasa-biasa saja, kemungkinan akan tergopoh-gopoh, bahkan mungkin gulung tikar.

Salah satu sebab yang ingin saya bahas, yaitu  kebiasaan beriklan.

Terkadang, para pebisnis offline kesulitan dalam beriklan. Kesulitan dalam menyasar pasar yang pas, kesulitan dalam mengukur impact dan engagement.

Sementara pebisnis online sudah terbiasa beriklan dalam berbagai media dengan engagement yang jelas sehingga cost yang timbul untuk beriklan menjadi sangat efisien.

Bahkan pebisnis online saat ini sudah merambah media offline untuk beriklan, melalui baliho, selebaran, banner di warung-warung dan yang terakhir, dengan sticker yang menempel di kaca belakang mobil.

Bisa dibayangkan jika campaign iklan dilakukan dengan sangat masif seperti pada mobil dan tertarget seperti contextual ads pada search engine dan social media akan seperti apa efeknya.

Tulisan ini mucul dikepala begitu saja, saya pikir kenapa tidak disimpan saja dimedia blog. Semga bermanfaat.